Postingan

Cerpen 1

   Hadiah Untuk Ibu     Sudah sejam aku menunggu, kakiku rasanya pegal sekali karena terlalu lama berdiri. Untung saja dari jauh aku pun melihat wajah yang tak asing itu, wajah yang sangat rupawan itu. Lihatlah rambut indahnya yang tergerai, disapa hangat oleh Sang Bayu. Lelaki mana yang tak menyukainya, dia bak sang dewi kayangan. Aku saja sampai terkagum-kagum dibuatnya. Yah, dia adalah Indira-kakakku. Usianya kini memasuki 20 tahun dan ia merupakan mahasiswi jurusan kedokteran. Aku dan kakakku janjian di tempat ini. Kami berencana membelikan hadiah ulang tahun untuk Ibu. Besok, tepatnya tanggal 27 november adalah ulang tahun Ibu yang ke 46 tahun. Sekarang kami hanya bertiga. Ayah meninggal sekitar 7 tahun yang lalu karena kecelakaan lalu lintas. Saat itu, Ibu berjuang untuk menghidupi kami berdua. Untung saja Ibu pandai membuat kue kering, cupcake, juga kue ulang tahun. Sehingga dari situlah Ibu memulai usahanya. Awalnya Ibu memulai usaha kecil-kecilan tapi berkat...
Puisi untukmu, jika memang kau adalah titikku. Kalau akhirnya kamu adalah titik Maka itu akan menjadi tuju yang pasti Kalau akhirnya aku adalah titik Maka itu menjadi milikmu yang abadi Kalau nanti waktunya tiba Keadaan mengikhlaskan kita Maka perpisahan adalah haram hukumnya Maka kesakitan, kebahagiaan membawa kita bersama menjadi kuat Menjadi satu yang utuh Menjadi kita yang erat Menjadi kisah yang elok Bila nanti waktunya tiba,  Titik akan menjadi akhir untuk awal yang baru. Seperti senja yang tak bernyawa di hadapan malam Maka pagi akan selalu ada untuk menopang semangat baru Titik di mana penantian telah habis dan menyemai ragam makna dari kisah yang tak henti-henti terekam dalam putaran waktu dan abadi dalam kenangan.  ~31 Juli 2023